Alasan Tidak (lagi) Menggunakan Aplikasi BBM


Beberapa tahun lalu, saya disarankan untuk menggunakan aplikasi Blackberry Messenger (BBM) untuk memudahkan komunikasi antar teman, saudara dan rekan bisnis. Setelah saya pasang, maka dalam beberapa bulan jumlah teman (kenal dan tidak kenal) mencapai 1000 orang lebih. Namun dalam beberapa bulan itu pula terjadi hal – hal yang kurang menyenangkan antara lain :

  • Banyak teman (bukan teman) yang memanggil saya dengan “PING!!!”. Tulisan tersebut berwarna merah, huruf kapital semua dan banyak tanda seru. Bagi anda yang rada sensi seperti saya, tulisan tersebut seperti memanggil sambil marah – marah, membentak dan penting untuk segera ditanggapi. Saya tahu hal tersebut adalah salah satu fitur khas BBM. Lalu saya jawab: ADA APA YA??????. Mereka pun tersinggung dan menyangka saya marah2.
  • Aplikasi BBM sangat boros memory / RAM dibanding Whatsapp atau Line. Meski sama – sama software resident (terus bercokol di memory), BBM ini bisa memakan 200MB RAM hape anda.
  • Jika anda ganti hape maka nomor PinBB pun harus ganti. Sementara kita tahu pengguna biasa berganti hape setiap 2-3 tahun bahkan ada yang setiap tahun. Repot kan gunta ganti pinBB terus? Sehingga pinBB tidak cocok dipasang di kartu nama, karena jika pinBB ganti, kartu nama anda otomatis tidak valid lagi.
  • Karena orang – orang sering ganti hape, maka sering ada invite baru dari orang yang sama karena ganti hape. Benar-benar menambah kerjaan saja dan memboroskan waktu menerima invite orang yang sama berkali-kali.
  • Salah satu fitur hebat BBM adalah Broadcast. Anda dapat meyebarkan info, iklan, hoax dll hanya dengan beberapa sentuhan saja. Maka sering kita buka notifikasi dari BBM yang ternyata hal yang tidak penting tersebut. Sudah cape – cape parkir kendaraan, buka hape… eh… ternyata broadcast BBM.
  • Untuk mengecek anda masih hidup atau tidak, teman BBM anda biasanya membroadcast yang berisi: TC (Test Contact). Untuk itu silakan jawab dengan: QC agar teman anda bingung. QC = Quality Control.
  • Karena mudahnya menggunakan Broadcast, maka teman anda yang meminjam hape anda bisa dengan cepat membroadcast ke teman anda yang isinya misal: “Invite saya Bunga pinBB BR3NG53X yang baik dan cantik”. Pemilik hape tidak tahu teman anda membroadcast hal seperti itu, sehingga siap – siap saja anda menerima komplain yang memboroskan waktu dan tenaga menjawab semua itu.
  • Jika anda sedang emosi, bete, kurang piknik dan dompet kosong, maka anda akan membalas broadcast tersebut sesuat mood anda. Hasilnya tentu terjadi perang chatting dan diakhiri dengan Delete Contact.
  • Untuk mendelete Contact orang – orang yang dianggap kurang ajar tersebut, caranya cukup rumit dan tidak semudah Broadcast. Kembali waktu dan tenaga anda terbuang sia-sia

Setelah saya cabut / Uninstall aplikasi BBM, maka hidup saya lebih tenang dan damai. Kini saya hanya menggunakan Whatsapp, Line dan Instagram saja yang jauh lebih sopan dan tidak berisik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s